Metode Pembayaran Pelayanan Kesehatan di Indonesia: Kapitasi, DRG, dan Case-Based Groups
enmazinfo - Dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), berbagai metode pembayaran digunakan untuk menjamin efisiensi, transparansi, dan keadilan biaya. Tiga metode utama yang paling banyak digunakan adalah kapitasi, DRG (Diagnosis Related Group), dan case-based groups (CBGs). Artikel ini membahas cara kerja, kelebihan, dan tantangan dari masing-masing sistem.
1. Kapitasi: Sistem Pembayaran di Layanan Primer
Kapitasi digunakan untuk membayar fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas dan klinik. Pembayaran dilakukan secara tetap per bulan berdasarkan jumlah peserta terdaftar, bukan jumlah layanan.
- 🟢 Kelebihan: Mendorong pencegahan dan efisiensi layanan
- 🔴 Kekurangan: Risiko under-service dan rujukan berlebihan
Baca artikel lengkap tentang Kapitasi →
2. DRG (Diagnosis Related Group): Pembayaran Berbasis Diagnosis
DRG membayar rumah sakit berdasarkan kelompok diagnosis, bukan item biaya. Pasien dengan kondisi yang mirip dikelompokkan ke dalam satu tarif yang sudah distandarkan.
- 🔍 Pembayaran berdasarkan diagnosis akhir
- 💻 Membutuhkan koding akurat dan sistem informasi yang baik
*Catatan: Artikel aslinya sudah tidak aktif, namun informasi tetap disertakan sebagai bagian dari sistem yang pernah diterapkan secara internasional dan menjadi dasar model CBG di Indonesia.
3. Case-Based Groups (CBGs): Klaim INA-CBGs untuk Rumah Sakit
Dalam sistem JKN Indonesia, metode DRG diadaptasi menjadi INA-CBGs. Klaim dilakukan berdasarkan kelompok kasus dan koding diagnosis menggunakan ICD-10 dan ICD-9 CM.
DPD PORMIKI Riau pernah mengadakan pelatihan nasional tentang ketepatan koding klaim BPJS untuk mengurangi penolakan klaim dan meningkatkan akurasi data.
🔗 Sumber Terkait:
4. Perbandingan Ketiga Sistem
| Metode | Digunakan Di | Basis Pembayaran | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|---|
| Kapitasi | FKTP | Jumlah peserta terdaftar | Efisien, mendorong pencegahan | Risiko under-service |
| DRG | Rumah Sakit (internasional) | Kelompok diagnosis | Prediksi biaya lebih mudah | Butuh sistem informasi kuat |
| CBGs | Rumah Sakit (Indonesia) | Kelompok kasus & diagnosis | Lebih transparan | Rawan miskode klaim BPJS |
Kesimpulan
Setiap metode pembayaran memiliki kekuatan dan tantangan tersendiri. Tenaga rekam medis berperan besar dalam memastikan akurasi data dan klaim yang tepat, terutama dalam sistem INA-CBGs. Peningkatan kompetensi melalui pelatihan rutin menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas sistem JKN.
Artikel ini adalah versi gabungan dari beberapa artikel di enmazinfo.com dan telah dioptimasi untuk SEO dan pengalaman pembaca.
0 Komentar